Posted in Post it..

Halo 2017

Halo, Wordpress!

Lama saya ga samperin kamu. Apalagi posting tulisan.

Terus, kenapa sekarang muncul?

Iseng, tadinya untuk follow blog teh elma yang sangat inspiratif.

Kemudian tak sengaja bertemu link tentang Muzammil Hasballah, link tentang mudahnya kebangkrutan dengan bergosip, dan tentunya membaca tulisan teh elma.

Malu.

Saya malu pada diri sendiri.

Kamu ngapain sih, bukannya belajar?

Saya sedang mencari hiburan selepas pasien terakhir di jam 23.45. 

Kopi dan efek kenyang akibat makan malam jam 9 lewat yang terburu-buru, 
membuat rasa kantuk tak kunjung tiba.

Kembali lagi ke pertanyaan awal di kelas IIP yang saya baca di blog teh elma:

Apa tujuan penciptaan saya?

Kemudian saya teringat apa yang saya lakukan sebulan terakhir.

Hahaha

Konyol pokoknya.

Lalu saya menyadari satu hal, kalau hidup kita tidak penting diceritakan pada orang lain. Pemicunya apa? Entahlah, saya pun lupa.

Kemudian saya menyesali apa saja yang pernah terucap oleh lisan ini.

😦

Advertisements

Anak-Anak

Bicara denganmu kembali membuat saya merasa bersyukur. Betul juga katamu, anak-anak yang kuhadapi disini adalah anak-anak yang masih murni bahwa dipikiran mereka hanyalah bermain. Mereka belum terpapar hal lain yang sebaiknya tidak mereka dapatkan saat seusia mereka.

2015

Saya ga akan bohong tanpa alasan syar’i, sekecil apapun itu. Saya akan memilih diam daripada harus berbohong.

Harus berusaha… untuk ga berbohong sama Allah, diri sendiri, sesama, dan kepada ciptaanNya yang lain. Bismillah… 🙂

Reaksi Anafilaktik Ringan?

Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya takut tertidur kemudian lewat (meninggal).

Jadi ceritanya, saya diare dan mulas. Karena tidak sabar (lagi jaga malam juga), saya minta suntik obat iv. Belum sampai 5 menit, pandangan mata satiba-tiba kabur, kerongkongan kering, jantung berdebar, dan badan terasa lemas tiba-tiba.

Saya menghampiri perawat, meminta tolong untuk diperiksa tanda vital. Tekanan darah 90/70!

Agak panik, saya langsung instruksikan kalau ada apa-apa, tolong pasang jalur iv, epinefrin SC, dan panggil rekan sejawat saya di rumah.

Sambil ngetes konsentrasi, saya WA teman sejawat di puskesmas. Alhasil langsung di telpon, ditanya ini-itu, dan diinstrusikan hal yang sama seperti saya katakan pada perawat sebelumnya. Sukses bikin banyak teman panik juga karena sedang ada banyak orang dirumahnya. Katanya, kemungkinan saya anafilaktik ringan. Huft….

Alhamdulillah dalam 1 jam mulai perbaikan. Masih ada sisa sedikit sih kurang enak badannya, lalu saya paksakan tidur sambil berdoa semoga tidak terjadi apa-apa.

Huhu…

Posted in post

Teman Kesayangan

Saya punya banyak orang -selain keluarga- yang sangat saya sayangi. Kali ini saya mau cerita tentang salah satunya. Hehe… Sudah lama juga ga menulis.


 

Belum genap 1 tahun kami saling mengenal.

Awalnya hanya (sepertinya) -biar ga cuma berdua aja mainnya karena ga rame-, lalu sharing tentang IELTS-GRE, dan setelahnya rutin bermain.

Kalau dari awal dibilang sering cerita pun tidak. Kami tidak sedekat itu.

Tapi mungkin ya ada juga pertemanan diawali proses semacam ini. Hanya saja saya belum pernah mengalaminya.

Karena sering berinteraksi, kadang celetukan yang menggambarkan karakter pun mulai muncul ke permukaan. Tentang cara berpikirnya, kebaikannya, kepeduliannya, ekspresi perhatian kepada keluarganya, sampai perjalanan hidupnya. Sepotong-sepotong memang. Beberapa cara pandangnya tentang hidup berbeda jauh dengan saya, tapi itu tidak membuat saya jadi tidak hormat padanya. Saya menghormati teman saya ini. Bukan karena pendidikannya atau pekerjaannya. Saya menghormatinya karena saya nyaman dengannya. Kadang galak juga sih, tapi ya ga seru juga kan kalau berteman cuma kelihatan sisi baiknya aja. :v

Teman saya ini seorang yang senang menulis juga diblog dan -ga keberatan dibaca orang lain-. Jadi saya iseng membaca cerita-ceritanya dari semasa kami belum saling mengenal. Tentang perjuangan dan kerja kerasnya, ataupun pemikirannya sampai akhirnya saya sedikit paham yang membentuk dirinya ketika saya mengenalnya sekarang.

Dan penilaian saya tetap sama. Saya tetap menghormati teman saya ini.


 

You are so great dear.

Saya pribadi sangat bangga dan salut sebagai temannya. Dia orang yang sangat baik. Saya benar-benar berharap banyak kebaikan, kemudahan, dan keberkahan yang akan dia jumpai kedepannya. Dalam hal apapun nantinya.

Semoga Allah senantiasa menjagamu.

Karena bidang kita berbeda, apa yang kita hadapi pun berbeda, mari terus berjuang berikan hal terbaik yang bisa kita lakukan. Tentunya dengan cara kita masing-masing. 🙂

Posted in kesukaanku, Kisah

Apa Kabar?

Apa kabar?

 

Apa hari ini harimu menyenangkan?

Apa kamu menyapa kawanmu, rekan kerjamu, atau pasienmu dengan kesungguhan hati?

Apa hari ini kamu bisa merasakan bahwa Allah dekat denganmu?

 

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang?

Apa kamu senang dengan pilihanmu sekarang?

Apa kamu bisa bebas mengekspresikan pikiranmu seperti apa yang kamu harapkan sebelumnya?

Apa kamu mulai terpengaruh dengan peer pressure?

Apa kamu mulai iri dengan kehidupan orang lain?

 

Apakah kamu mulai kehilangan teman baikmu satu-persatu?

Apakah kamu sudah bisa membedakan mana yang penting dan tidak penting dalam hidupmu?

Apakah kamu masih berspekulasi dengan hidupmu sendiri?

Apakah kamu mulai kehilangan kepercayaan pada dirimu sendiri?

Apakah kamu menerima dirimu apa adanya?

Apakah kamu mulai bisa mengendalikan egomu terhadap orang lain?

 

dan masih banyak lagi pertanyaan yang sering muncul.

 

Tentunya hidup kita kan beda episodenya. Apa yang aku rasakan, belum tentu pernah kamu rasakan. Begitupun sebaliknya.

Mungkin sebenarnya kita tak kan pernah saling mengerti satu sama lain. Kita hanya saling belajar untuk memahami.

Terima kasih untuk obrolan-obrolan penguat hati.

Aku sayang kalian semua. 🙂

Posted in Post it..

Fase Hidup dan Pengingat Berulang

Beberapa kali, saya menemukan hal menarik dalam sebuah pertemanan, persahabatan, atau apapun itu namanya.

Ketika kita berbagi kegembiraan, kebingungan, atau sekedar masalah sepele, mereka ada untuk kita. Memberi nasihat sesuai sudut pandang berdasarkan yang mereka baca, perhatikan, atau dialami sendiri. Lucunya, akan ada waktu dimana mereka bercerita padamu dan kamu memberi nasihat sama persis dengan apa yang mereka katakan padamu sebelumnya.

Empat bulan ini cara berpikir saya berubah banyak. Buat sebagian orang mungkin biasa saja, namun bagi saya ini sangat banyak. Lingkungan berubah, pola pertemanan berubah, cara pandang hidup berubah, prioritas yang tak pernah terpikirkan pun muncul. Saat kebingungan sendiri, seorang teman mengatakan kalau semua orang mengalami itu. Hatipun menjadi lebih tenang. Ya, saya tidak sendirian.

Hal terbaik yang saya miliki adalah tetap dekat (merasa dekat?) dengan sahabat-sahabat terbaik saya. Meski kadang hanya cerita tak penting, namun itu sangat berarti sebenarnya. Kalaupun tak bertemu fisik, masih ada whatsapp/bbm. Tak berbincang pun kami saling berbagi cerita lewat tulisan. Seolah tulisan itu berbicara “Hai, saya baik-baik saja. Kamu bagaimana?” Oleh karenanya, saya tetap menulis (meski isinya ga penting semua. hihi).

Banyak sih yang ingin disampaikan. Intinya terima kasih banyak. Bahkan saya malu karena mungkin tidak maksimal berusaha menjadi teman yang baik. Ada banyak rasa terima kasih, yang tak bisa disebutkan satu-persatu. Setidaknya mereka yang banyak berpengaruh dalam hidup saya tahun ini.

Saya benar-benar bangga memiliki teman-teman baik seperti kalian. Kalian semua bagian terpenting dalam hidup saya. Keberadaan kalian bermakna banyak dalam hidup saya. Keep sharing dalam kebaikan, kawan. Karena kita tidak pernah tahu kapan keberadaan kita merubah teman kita menjadi lebih baik. Terima kasih. 🙂