Pernikahan Kang Yudha dan Teh Ine

Undangan pernikahan pertama yang saya hadiri di tahun 2012.

Agak ajaib sebenarnya!

Acara nikahan yang paling santai yang pernah saya hadiri.

Acara yang bagian khutbah nikahnya paling saya resapi (saya langsung jadi fansnya pak Hermawan. Semoga kesampaian hadir kalau nanti beliau ngisi pengajian).

Acara nikahan yang menurut saya sangat banyak interaksi dengan mempelai. Hm, mungkin karena kenal. Hehehe… Acara yang membuat saya bahagia atas pernikahan kedua mempelai, membuat saya merasa ada dalam acara itu (karena sempat ngobrol dulu dengan mempelai), terkejut, tertawa (tepatnya menertawakan mempelai), bahkan ambil jatah snack lebih (lho!).

Acara yang membuat saya bertemu dengan guru saya, berkenalan dengan teman baru, saling berbagi tawa, dan entah mengapa membuat saya merasa sangat bersyukur mengenal dan bergabung di salman media sebagai relawan (meski baru sebentar, boleh ga ya saya anggap teman-teman di salman media seperti keluarga?hehe… )

*kok kayak bukan acara nikahan ya? Hahaha…

Barakallah buat teh Ine, buat kang Yudha! Semoga Allah selalu merahmati kalian berdua. Amin…

Biar ga lupa, semoga mempelai ga marah sama saya… :

  1. Mempelai perempuan ga dipingit. H-1 malah masih ngobrol-ngobrol, makan bareng di daerah gelap nyawang, dan tiis-tiis aja meski besok mau akad. Sedangkan mempelai laki-lakinya sakit. *dedeuh teuing*
  2. Saya ikut bantuin sahabat saya bikin korsase untuk keluarga mempelai. Korsasenya lucu dan membuatnya itu sangat menyenangkan. Tapi ketika jarum jam menunjukkan angka 22.26, dan belum setengahnya selesai, perasaan menyenangkan itu hilang karena mengantuk. Finally, kita sepakat membuat korsase adalah sebuah pekerjaan. Haha… Fungsi korsase? Supaya panitia tahu mana keluarga mempelai dan mana tamu undangan. Tapi kata teh Ine, korsase itu kupon makan. Atulah, merusak imajinasi saya yang mikir kayaknya seru bisa merancang pernak-pernik pernikahan.
  3. Mempelainya lincah banget! Beneran ga bisa diem. Saya juga iseng bilang “Teteh, yang kalem ya! Sehari ini aja.” Hahaha… Tapi itu salah satu yang bikin saya ngerasa acara ini santai, sekaligus khidmat.
  4. Celetukan“Yudha mau di sunat!” Aduh, itu ga ngerti lagi siapa sih yang awalnya nyeletuk!
  5. Ga pernah saya lihat ijab kabul sambil cengar-cengir. Ini gara-gara kang Salim nih! Pas mau foto acara ijab kabul, dari seberang, saya lihat mukanya kang Salim kayak yang nahan tawa. Bodor pisan itu teh. Jadilah saya juga pengen ketawa. Sempat bingung itu emang ekspresinya kang Salim begitu, atau dia memang nahan tawa (konfirm ke kang Pras, dia memang nahan ketawa. -______-“).
  6. Belum lagi baju mempelai laki-laki yang sepertinya belum disetrika (mungkin kusut di jalan).
  7. Dan pernikahan ini memang bikin saya kaget. Cepat banget prosesnya. Masih ingat obrolan di DPP tentang kegalauan kang Yudha, eh minggu berikutnya saya dapat kabar dia mau nikah. Kalau jodoh emang ga akan kemana…

Lihat kalian, sepertinya pernikahan itu sebuah petulangan yang seru!

Dengar khutbah nikah dari pak Her, sepertinya pernikahan itu bukan sesuatu yang menakutkan.

Galau karena pengen nikah itu bukan sesuatu yang lebai kok. Seengganya itu yang saya tangkap dari obrolan teman-teman di salman. Ya, emang fase manusia begitu kok, santai aja.

Dan proyek selanjutnya, mikirin hadiah dekorasi untuk pernikahan teman saya. Yaiiiiyyyy!!!

Advertisement

One thought on “Pernikahan Kang Yudha dan Teh Ine

Tinggalkan Jejak Blogwalking... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s