Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • almahira 8:05 am on September 26, 2009 Permalink | Reply  

    Empati 

    Ketika aku mencari bahan kuliah mengenai pengobatan tradisional, tidak sengaja aku meng-klik materi tentang etika yang akan kami pelajari di dermatomuskuloskeletal system. Didalam slide tersebut terdapat contoh-contoh kasus skeletal yang umumnya terjadi. Nah, seorang dokter diharuskan memberikan inform consent kepada pasien mengenai kondisinya. Misalnya saja kondisi ekstrimitasnya yang diperlukan tindakan amputasi, tetapi pasien menolaknya, atau kondisi yang mengharuskan pasien untuk dirawat secara intensif namun pihak keluarga menolak.

    Sadar ga sadar, secara tidak langsung aku memposisikan diriku bila menjadi pasien tersebut. Kurasakan bagaimana perasaannya, kekalutannya saat itu, perasaan bimbang karena takut, merasa tidak sempurna secara fisik atau bahkan membayangkan sedalam apa mereka harus merogoh kocek untuk biaya perawatan. Belum lagi masa penyembuhan yang relatif lama. Pastinya banyak pertimbangan dalam benak mereka yang tidak mungkin mendukung untuk mengambil keputusan dengan cepat. Disinilah peran seorang dokter: menenangkan kondisi pasien, membantu mereka mengambil keputusan cepat, dan bila mereka tidak mampu sebisa mungkin menunjukkan bagaimana solusi pemecahannya (JAMKESMAS).

    Kalau dipikir-pikir lagi, empati tidak cukup hanya dengan merasakan bagaimana perasaan orang lain, tetapi diperlukan juga seni dalam berkomunikasinya.

    Ayo semangat untuk jadi dokter yang berempati tinggi!!!

     
  • almahira 7:47 am on September 26, 2009 Permalink | Reply  

    Adik Menangis 

    24 September 2009

    Hari ini adikku menangis. Gara-garanya sepele: tahi kucing.

    ha ha ha

     
  • almahira 5:59 am on September 26, 2009 Permalink | Reply  

    Almahira Az Zahra is ready for a new project!!! 

    21 September 2009

    Waaaa… Hari ini bener-bener menyenangkan. Ada obrolan soal PKM sama indri, ada juga tawaran dari nanaw untuk jadi kontributor untuk nulis di Blog Soca. Huff… Pasti bakal menyenangkan banget! Seengganya potensiku dibidang menulis dan kepenalaran bisa tersalurkan dengan baik. Lagipula bukankah selagi kita muda harus bisa menghasilkan banyak karya?

    Proyek kita kemungkinan besar mengambil tema tentang gigi yang berkolerasi dengan dunia kedokteran. Huwaaaa… pastinya bakal menyenangkan banget!!!
    Indri kadang mood-mood-an. Aku juga sama. Tapi seengganya dengan proyek baru ini aku berharap banget kita bisa saling menyemangati. Tentunya, silaturrahim kita juga terjalin dengan baik.

     
  • almahira 4:11 am on September 17, 2009 Permalink | Reply  

    Serpihan Kenangan 

    Aku lupa apa yang saat itu sedang kulakukan. Hanya saja kenanganku pada pesantren tempatku menimba ilmu tiba-tiba terlintas kembali.

    Aku mengenyam pendidikan dilingkungan pesantren hanya 2 tahun, dari kelas 2 SD hingga kelas 4 caturwulan pertama. Setelah itu pindah ke Bekasi, pindah sekolah lagi, lalu seterusnya sekolah di sekolah umum.

    Aku merindukan banyak hal disana, terutama mengenai saat aku belajar. Dulu, aku bias menghapal 1 juz hanya dalam hitungan bulan. Sekarang semuanya lenyap begitu saja seolah tanpa esensi. Kami diajari bahwa murid harus hormat terhadap guru dan orang yang lebih tua, itu tetap melekat dalam di sanubari.

    Pesantren Asy-Syifa…
    Dengan segala keterbatasan dan kelebihannya, aku dididik disana.

    Kalau aku membandingkan diriku dengan teman-teman seangkatanku, rasanya malu sekali. Ada yang meneruskan pendidikannya dipesantren lagi, bercita-cita menjadi kiai, masuk pendidikan di gontor, dll.

    Aku merasa sangat kurang dalam pemahaman agama. Kalau melihat teman-teman, rasanya ingin kembali ke masa lalu. Aku ingin merasakan kembali atmosfer keagamaan yang cukup tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

    Aku merindukan itu semua…

    Bagaimana kita belajar al-quran.
    Saat-saat dimana kita harus menghapal ayat suci al-quran bersama.
    Waktu istirahat jam 9 untuk dhuha di masjid.
    Antrian didepan kamar mandi sambil terkantuk-kantuk jam setengah 4 pagi.
    Pamit dan bersalaman kepada guru.
    Bermain didekat pematang sawah dan berharap bisa melihat belut lewat di siang bolong.
    Berlatih pramuka di lapangan upacara.
    Saung ma Icih tempat kita mengambil air dan “menelepon” orangtua.
    Gerbang besar dengan cat pagar berwarna putih.
    Gerbang sekolah yang berwarna hijau.
    Jalur berlari saat pelajaran
    Dapur umum yang tungkunya nyaris setinggi badan kita saat itu.
    dll…

    Ga tau kenapa tiba-tiba kangen sekali.
    Mungkin karena ada beberapa bagian yang kosong di dalam relung hati yang seharusnya ditempati oleh sesuatu yang bernama keimanan.
    Atau bisa jadi karena merasa ada hal yang seharusnya ada, tetapi sekarang tidak ada.

    Aku ingin sekali mendalami agama. Aku ingin mengerti dengan seksama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengen juga sih mesantren lagi. Belajar agama lagi dengan bimbingan seorang guru. Kalau sekarang kan harus belajar sendiri atau ikut pengajian yang kadang males banget atau ada agenda lain. T.T

    Tetap semangat wahai saudaraku…
    Karena ilmu agama adalah bagian paling penting dalam hidup kita.
    Apalah artinya semua hal yang kita miliki di dunia kalau ga paham agama.

    Kita saling mendoakan ya…

     
  • almahira 6:58 am on September 3, 2009 Permalink | Reply  

    Simple Life 

    Saya suka sekali dengan orang sederhana. Sederhana dalam artian kata bukan hemat setengah mati, pelit, dll. Sederhana yang saya maksudkan adalah tidak berlebih-lebihan dan hidup sesuai dengan kebutuhannya.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel