Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • almahira 5:08 am on December 31, 2008 Permalink | Reply |
    Tags: , mind, think   

    Tulisan di Pagi Hari 

    Ini selalu alma katakan pada diri sendiri, berulang-ulang. Karena alma tahu, terkadang pertahanan dan prinsip yang kita pegang sering terlupakan. Maka dari itu, harus sering diulang-ulang supaya inget terus.

    Alma, jangan pernah khawatir akan banyak hal. Karena semua itu ada saatnya.

    Kamu masih muda, masih 19 tahun.

    Jangan berpikir bagaimana nanti di masa depan. Tugasmu sekarang hanya berusaha semaksimal dan sebaik mungkin tuk capai tujuan di masa depan.

    Jangan mikirin jodoh kamu gimana (ugh, harus diakui suka keingetan gara2 banyak obrolan soal jodoh. Sial!), karena kalau waktu untuk itu pasti datang kok. Tenang saja.

    Jangan pernah malu karena kamu ga sesibuk orang lain, karena waktu sibuk kamu juga kan datang pada akhirnya.

    Inget alma! Masa muda kamu ga akan terulang 2 kali. Masa kamu ketika kuliah dan memiliki waktu yang cukup banyak tuk mempelajari banyak hal tak kan datang lagi.

    Setelah selesai kuliah kamu akan dihadapkan pada 3 tanggung jawab besar: tanggung jawab terhadap pekerjaan, loyalitas pada keluarga, dan peran sosial di masyarakat.

    Jadi, jangan sampai apa yang seharusnya kamu pelajari sekarang tidak terpelajari. Karena saat waktu itu tiba, kamu akan memiliki beribu-ribu alasan tuk menghindarinya. Klise: tak ada waktu.

    Kalau misalnya Allah tanya sama kamu:
    ”Kau habiskan untuk apa masa mudamu?”
    ”Kau habiskan untuk apa waktu luangmu saat masa kuliah?”

    Kan ga lucu kalau jawabnya: ”Ya Allah, waktu itu kerjaaan saya lebih banyak main.”

    Dan lebih aneh kalau jawabannya: mikirin cowok atau ngebayangin gimana kehidupan setelah punya suami. Argh! Mengerikan!

    Alma, sekarang adalah waktumu tuk mempelajari banyak hal!

    Belajar tuk mengembangkan diri
    Belajar tuk peka pada lingkungan
    Belajar memahami bahan kuliah dengan baik
    Belajar agama lebih dalam
    Belajar tuk menghargai
    Belajar tuk beribadah lebih khusyu
    Belajar memahami
    Belajar tuk memperhatikan keluarga, khususnya adik-adik, di rumah

    Manfaatkan waktu yang kau punya!
    Jangan sampai kau menjadi manusia merugi seperti dalam surat Al ’Ashr!

    Semua itu kan datang. Entah esok, lusa, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi. Tak ada yang benar dan yang salah, yang ada hanyalah waktu yang tepat.

    Sesungguhnya Allah swt. Maha Mengetahui segala sesuatu dan Allah selalu menepati janjiNya.

    Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk alma, jadi tugas alma sekarang hanyalah berusaha sebaik mungkin.

    *sotoy*

    Ayo! Luruskan niat..!

     
    • almahira 5:10 am on December 31, 2008 Permalink

      semoga alma bisa terus semangat dan konsisten buat ngasih yang terbaik dalam hidup.
      amin

    • adiwena 12:00 am on January 1, 2009 Permalink

      Jangan mikirin cowok! Kami ini bukan makhluk yang cukup penting buat dipikirin!

      Good luck on studying!

    • Prita 2:26 pm on January 1, 2009 Permalink

      amiin…

    • ciwir 6:38 am on January 4, 2009 Permalink

      selamat tahun baru….

  • almahira 2:45 am on December 26, 2008 Permalink | Reply |
    Tags: anniversary, myblog   

    1st Anniversary 

    Ga kerasa, blog ini usianya udah satu tahun..

    Sampai hari ini..
    Ada 204 tulisan ga penting yang di posting.
    Ada 240 komentar dari teman-teman

    Terima kasih untuk teman-teman yang pernah membaca dan memberi komentar.

    Terima kasih untuk sahabatku Prita yang selalu membaca blog ini dari awal. Ia merupakan satu-satunya orang yang membaca blog ini dalam beberapa bulan pertama. Terima kasih, karena komentar-komentar kecilmu selalu membuatku bersemangat untuk terus menulis. Bahkan hingga kini, aku tak pernah peduli ada yang membaca blog ini atau tidak, kecuali Prita. Karena setiap kali login, aku selalu berharap ada sebuah komentar dari Prita walau sangat sedikit.

    Terima kasih untuk kakak sepupuku Teh Ade di Depok. Meski sangat sibuk,ia masih menyempatkan diri mengunjungi blog ini. Bahkan, harus curi-curi waktu karena di kantor tempatnya bekerja tidak boleh menggunakan fasilitas internet selain untuk urusan kantor.

    Sebentar lagi, tahun yang baru kan datang.

    Harus lebih bersyukur!!
    Harus lebih bersemangat!!

     
    • aa.adzdzahiry 3:10 am on December 26, 2008 Permalink

      Simak Debat dan Kesaksian Mantan dan Aktifis HT di

      http://mantanht.wordpress.com.

      Semoga menambah wawasan kita bersama.

      Nb: Nice Blog Sis :)

    • almahira 3:22 am on December 26, 2008 Permalink

      makasih buat kunjungannya..

    • Prita 9:50 am on December 26, 2008 Permalink

      ya… happy anniversary ya…

      sama2 ma… makasih jg udah membiarkan diriku ikut meramaikan blogmu dan membuat diriku lebih mengenal dirimu…

      hehehe…

      maaf jg kalau kadang2 suka nggak nyambung… apresiasi dari saya nggak selalu saya sampaikan lewat comment, kadang2 sy jadi keingetan kamu di celah2 kecil waktu saya gara2 sering baca blog kamu… hehehe…

      keep writing, ya…!

    • ditta 12:01 pm on December 30, 2008 Permalink

      hebat ma. hehehe :p

  • almahira 2:40 am on December 26, 2008 Permalink | Reply |  

    I’tikaf 

    Sepanjang hari, aku terus memikirkan kata tersebut. Sebenarnya apa esensi dari i’tikaf?

    Sebuah tulisan mengenai konsep diri menyebutkan terdapat lima tradisi yang perlu dibiasakan dalam membentuk konsep diri menurut pandangan islam. Tradisi tersebut: tradisi i’tikaf, kebiasaan berpikir, keterampilan berbicara, tradisi serius, dan tradisi pertaubatan berkala.

    Tulisan tersebut membuat saya berpikir tentang i’tikaf. Disebutkan bahwa i’tikaf membantu kita membuat pemahaman diri yang sangat mendalam. I’tikaf memberikan ketenangan jiwa. Ia memberikan perasaan terarah, perasaan orientasi, perasaan mempunyai tujuan, yang merupakan bagian kesadaran internal terkuat yang dimiliki manusia.

    Sebelum datangnya Islam, Umar bin Khattab melakukan i’tikaf satu hari di Masjidil Haram setiap pekannya.

    Bahkan, Allah swt. mensyariatkan i’tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

    Kupikir, pasti ada suatu keistimewaan sendiri dalam i’tikaf. Tetapi apa? Apakah i’tikaf hanya sekedar berdiam diri di dalam masjid? Apa hanya membaca al-quran sepanjang hari tersebut? Apa terus menerus berdoa kepada Allah?

    Bagaimana sebenarnya i’tikaf itu?
    Apa yang Allah harapkan dalam i’tikaf seorang manusia?
    Lalu, i’tikaf yang baik itu seperti apa?
    Apa yang harus dilakukan saat beri’tikaf?

    Pertayaan-pertanyaan itu terus berputar-putar dikepalaku. Apa ada seseorang yang bisa menjelaskannya padaku? (aku akan bertanya pada ibu dan kakek di rumah)

    Aku tidak berani bertanya pada teman. Khawatir mereka menganggapku aneh, atau sekedar kurang kerjaan memikirkan hal seperti ini.

    Kuharap, aku bisa menemukan jawabannya dengan segera..

     
  • almahira 2:39 am on December 26, 2008 Permalink | Reply |  

    Fatimah Az Zahra 

    Seorang teman bertanya padaku: ’Siapa sebenarnya Fatimah Az Zahra?’
    Maaf bila jawabanku sangat terbatas karena pengetahuanku yang sedikit.

    Dikatakan bahwa Fatimah rela mengorbankan apa saja demi jalan dakwah. Seluruh hartanya, tenaga, pikiran, bahkan jiwanya pun kan ia berikan.

    Namun sayang, tenaga dan pikiran apa yang ia perjuangkan jarang sekali kudengar. Pribadi Fatimah membuatku sangat penasaran. Aku ingin tahu lebih jauh tentang apa yang ia lakukan demi islam. Aku tidak tertarik pada kisah cintanya dengan Ali yang sering dibicarakan gadis-gadis.

    Adakah yang bisa memberitahukan dimana aku bisa mengenali sosok yang sederhana ini?

    Beberapa hari yang lalu, aku membaca kelengkapan tarikh nabi Muhammad SAW. Nabiku yang satu ini sangat santun. Banyak hal yang ingin sekali kutiru darinya. Seperti rasa keingintahuan terhadap pribadi Rasulku, aku juga ingin membaca kisah tentang putri yang paling ia sayangi.

     
  • almahira 2:37 am on December 26, 2008 Permalink | Reply |  

    Belajar dari Awal 

    Sebuah ayat dalam al-quran menyebutkan jin dan manusia diciptakan hanya untuk beribadah. Tapi aku belum puas. Aku ingin mencari makna dibalik ayat tersebut. Harus kemana? Bila aku memutuskan tuk mempelajarinya sendiri, dengan membaca berbagai sumber dan mendengarkan perkataan orang lain (ceramah) apakah itu cukup? Kalau aku ceritakan ini pada seseorang, apakah aku akan ditertawakan? Kalaupun ada yang mendukung, akankah ia mau menjadi teman diskusi tanpa membuatku takut?

    Aku ingin tahu lebih dalam. Bisa dikatakan berlebihan, tapi aku ingin sekali mempelajarinya. Namun yang jadi masalah adalah semangat juang. Diawal, aku sangat bersemangat, tetapi ketika datang kegiatan lain semuanya terlupakan. Aku takut waktuku tidak cukup lagi. ini adalah kesempatan terakhirku tuk memperlajari lebih dalam sebelum aku beranjak dewasa.

    Aku akan memulainya kembali. Aku tidak peduli harus mempelajari semuanya kembali dari awal. Ya Allah, tolong bantu aku.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel