Updates from September, 2008 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • Kangen Rumah 

    almahira 12:06 pm on September 25, 2008 Permalink | Reply

    Aku benar-benar kangen rumah. Hampir lebih seminggu ini belajarku asal-asalan karena sulit berkonsentrasi. Aku ingin pulang dengan harapan waktu terasa berjalan sangat lambat agar setiap momen yang aku lalui bersama keluarga dapat diresapi dan dimaknai dengan baik.

    Disini banyak orang, namun aku merasa sepi.
    Aku merindukan rumah mungil kami
    Aku ingin mendengar suara adik-adikku
    Melihat ramainya masjid di depan rumah kami
    Memandangi wajah tiap-tiap anggota keluarga

    Maaf karena hari ini aku menangis
    Maaf karena aku cengeng
    Sungguh perasaan ini tak tertahankan

    Aku ingin pulang…

     
    • grubik 8:56 am on September 26, 2008 Permalink

      oh, saya hari ini juga mau pulang
      ke kampung halaman di sana…

    • dittanyaa 4:36 am on October 9, 2008 Permalink

      hihihihi. akhirnya pulang juga kan ma.
      hehee. ditta lhoh ini :) )

  • Goresan #3 

    almahira 12:05 pm on September 25, 2008 Permalink | Reply

    Melipat kertas dan membelikan sekotak makanan itu adalah cinta, menurutku

    Maafkan bila terlalu sederhana…

     
  • Goresan#2 

    almahira 5:40 am on September 23, 2008 Permalink | Reply

    Saya, kembali menjadi setan.

    Setan-setan pastinya sedang bersorak gembira

    Menyambut kepulangan salah satu anggotanya

    Saya setan, mungkinkah?

    Beri saya penjelasan paling logis tentang setan

    Saya benci permainan kata-kata

    Saya setan, sepertinya begitu

    Satu kata yang kupahami: pembangkang

    Saya setan?

    Iya

    Tidak

    Bisa jadi

    Sepertinya begitu

    Entahlah…

     
  • Definisi Cinta 

    almahira 8:53 am on September 20, 2008 Permalink | Reply

    Selama ini saya selalu mendefinisikan cinta sebagai emosi belaka. Cinta yang saya kenal sangat luhur hanya saya rasakan pada kedua orang tua dan 3 adik saya. Dan belum saya temukan lagi definisi paling logis yang bisa mematahkan pemikiran saya tentang cinta.

    Orang bilang, cinta membuat orang rela berkorban mati-matian. Kenyataannya banyak dari kita menyesali perbuatan tersebut ketika rasa cinta mulai kehilangan pesonanya.

    Kenapa cinta terkadang terdefinisikan begitu rumit? Saya cinta diri saya sendiri, keluarga saya, kucing-kucing di rumah, sahabat, dan teman-teman lainnya. Hanya itu yang saya tahu, dan itu cukup.

     
    • Prita 5:12 am on September 22, 2008 Permalink

      hohoho… definisi yang hampir sama dengan yg saya anut (kecuali yang kucing)….

  • Ga Pede 

    almahira 8:52 am on September 20, 2008 Permalink | Reply

    Alma berencana untuk gabung sama medicinus (majalah bulanan kampus) di tahun kedua ini. Alasannya karena alma pengen ngembangin kemampuan nulis. Tapi alma takut karena alma ngerasa tulisan alma sangat tidak meremaja. Yah, pada dasarnya alma emang orang serius (tapi ga keliatan serius), dan itu ngaruh ke cara menulis yang katanya kaku. Temen sih bilang gapapa karena tiap orang itu kan punya gaya masing-masing. Sayangnya, alasan itu ga cukup kuat buat bikin alma pede.


    Sering banget alma berpikir tentang tulisan alma sendiri. Gimana kalau tulisan alma kaku, standar, biasa-biasa aja, ribet, atau malah terlalu simple? Kira-kira cocok ga ya buat pembaca usia 17 – 22 tahun? Gimana kalau tiap paragrafnya itu ga ada nyambung-nyambungnya alias ga sistematis? Parahnya lagi, apa tulisan alma tu gampang dipahami atau engga?

    Kalau alma nanya sama teman di kampus suka malu. Mereka lebih hebat dari alma dan alma ga sanggup kalau lihat ekspresi yang biasa-biasa aja atau bahkan ga tertarik sama sekali. Hiks… Padahal kata teman, kalau mau tahu tulisan kita menarik atau engga, kasih aja ke yang ga suka baca (sayangnya, alma belum siap kalau di kampus).

     
    • Prita 5:07 am on September 22, 2008 Permalink

      Gimana kalau tiap paragrafnya itu ga ada nyambung-nyambungnya alias ga sistematis? Parahnya lagi, apa tulisan alma tu gampang dipahami atau engga?

      kalau saya sih baca tulisan kamu paham2 aja dan nggak pernah meperhatikan sistematikanya… soalnya semuanya emang mengalir gitu aja kan… sudahlah… menulis aja sebebas yg kamu mau… ribet kalau harus memikirkan kalimat utama, kalimat penjelas, dan antek2nya itu… :D

      kalau profesor bahasa indonesia mungkin akan memprotes kamu di sana sini, ma

    • almahira 6:46 am on September 22, 2008 Permalink

      hahaha… iya juga sih
      tapi masalahnya ini teh bakal dikonsumsi publik, malu euy…

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel