Perjuangan Baru
Esok adalah hari baru bagi saya, sebagai mahasiswi tingkat 2 Fakultas Kedokteran Unpad.
Harus banyak peningkatan diri nih,,
Semangat alma!
Esok adalah hari baru bagi saya, sebagai mahasiswi tingkat 2 Fakultas Kedokteran Unpad.
Harus banyak peningkatan diri nih,,
Semangat alma!
Selama tak kurang dari 5 hari saya berada di kampung halaman, berjumpa dengan keluarga yang selalu dirindukan. Seolah tak terima bahwa adik-adik mulai beranjak besar, saya berkata pada mereka supaya mereka tetap saja seperti sekarang. Mereka tidak boleh bertambah usia dan tinggi badan, haha,, sesuatu hal yang sangat tidak mungkin.
Ada satu kejadian yang cukup menyentak saya saat di rumah. Bahwa kematian sesungguhnya telah direncanakan oleh Sang Khalik. Malam kepulangan saya, bisa jadi merupakan malam terakhir saya tuk melihat adik yang kini duduk di kelas 6 SD. Tapi Allah swt. tidak menghendaki itu semua di hari itu. Kalau Ia mau, adik saya bisa saja meninggal karena tersengat aliran listrik yang saya yakin arusnya cukup besar malam itu.
Saya sangat bersyukur dan bertekad untuk memperlakukan keluarga saya lebih baik. Semoga saja, amin. .
Di acara OSPEK kemarin,ada acara renungan tentang manusia. Semuanya sangat berkesan dan membuat saya menangis sepanjang acara. Hanya ada dua kata saat itu yang muncul dalam benak saya: menyesal dan bingung.
Saya sangat menyesal pada apa yang telah saya lakukan selama satu tahun menjadi mahasiswa. Ada begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia dan kesempatan yang terlewat yang tidak saya ambil.
Saya bingung, sikap mana yang seharusnya saya ambil. Banyak orang mengatakan bahwa saya seperti anak kecil, termasuk ibu. Tapi saya bingung, apakah di masyarakat nantinya saya masih boleh menunjukkan sifat seperti itu? Bukankah seorang dokter itu sangat dituntut oleh masyarakat bahkan dalam hal berperilaku.
Saya hanya tahu,, semua itu bisa dirubah supaya menjadi kebiasaan. Apakah saya harus berlatih untuk bersikap sedikit lebih tenang? Itu bukan saya, dan semua itu bisa membuat saya tidak nyaman pada akhirnya.
Saya memberi batasan 3 hari pada diri sendiri tuk memutuskan hal ini. Jangan sampai berlarut-larut tanpa arah yang jelas. Saya bingung, tetapi saya harus tetap menjadi diri sendiri.
24 Agustus 2008
Bisa dibilang alma ga tau malu buat mem-publish tulisan ini. Tapi toh ini dunia maya, dimana setiap orang bebas berekspresi tanpa harus mendapat interfensi dari orang lain.
Alma ga tau ini bisa disebut kenangan atau bukan, kayaknya alma lagi suka sama seseorang deh. Hahahahaha
Tapi apapun yang terjadi, I have to forget it!
Bisa dibilang, ini sekedar perasaan senang yang datang dan pergi dengan tiba-tiba. Senang karena ada orang lain yang mengajak bermain . Alma juga ga ngerti kenapa bisa ada perasaan kayak begini. Lagipula, dia jauh buat jangkauan alma. Jadi intinya, lupakan saja.
Dia itu seperti kakak. Alma berasa ada di rumah, walaupun alma ga punya kakak. Jarang-jarang ada orang yang mau main ledek-ledekan atau sekedar ganggu ga jelas. Dan itu cukup untuk membuat alma nyaman dan merasa ada di rumah.
Bye, untuk perasaan alma yang kemarin. Ada hal yang lebih menarik perhatian alma sekarang daripada itu. Terima kasih karena hari alma menjadi lebih berwarna selama 3 hari itu. Suatu saat nanti, mungkin alma akan lupa, tapi tulisan ini ga akan hilang dan akan selalu mengingatnya. . .
Terima kasih,,,
Gak elok dik, nulis gini. Ntar klo masnya buka blog alma gimana? Nembak gak langsung tuh….
Terkadang, kita memandang sesuatu dengan sebelah mata. Bahkan sebagian besar dari kita tidak menyadarinya. Entah sudah berapa banyak hati yang telah tersakiti. Uniknya semua itu terkadang tanpa perencanaan sama sekali.
Pita 6:52 am on September 1, 2008 Permalink
ya ampun, ma… serius? alhamdulillah adik kamu bisa terselamatkan….