Updates from July, 2008 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • yang Tercecer 

    almahira 10:32 am on July 7, 2008 Permalink | Reply

    Mau tanya nih…. Jawab ya

    1. Apa dasar kamu percaya orang lain?

    2. Menurut kamu, hidup itu apa?

    3. Kenapa sih klo busung lapar perutnya buncit?

    4. Menurut kamu ada ga sih orang yang bener2 tulus?

    5. Kamu pernah ga berusaha untuk tulus dengan akhir yg mengecewakan?

    6. Kamu tau ga siapa kamu?

    7. Pernah ga kamu mikir kalo kamu itu brengsek?

    8. Pernah ga kamu berpikiran klo smua temen2 kamu benci sama kamu?

    9. Kamu termasuk orang yang mudah memaafkan diri sendiri atau tidak?

    10. Pernah ga kamu berpikir kenapa sih kamu hidup di dunia?

    Bingung…… nvm, aku juga.

    Ini tulisan alma tanggal 14 Januari 2006. Waktu itu dikirim ke temen-temen via e-mail. tapi yang bales cuma 2 orang. hiks,, mungkin waktu zaman SMA e-mail belum banyak yang minat kali yah??

    Kadang pertanyaan-pertanyaan itu masih muncul, kecuali nomer 3. . .

     
    • Prita 5:50 am on July 8, 2008 Permalink

      1. Apa dasar kamu percaya orang lain?
      orangnya udah teruji secara klinis, halah… maksud saya emang dia nggak pernah berdusta, melanggar janji, pokoknya nggak punya ciri-ciri orang munafik deh…

      2. Menurut kamu, hidup itu apa?
      ntar ya, pending dulu…

      3. Kenapa sih klo busung lapar perutnya buncit?
      kenapa ya?

      4. Menurut kamu ada ga sih orang yang bener2 tulus?
      ada lah… masa ada dong…

      5. Kamu pernah ga berusaha untuk tulus dengan akhir yg mengecewakan?
      mmhh… sepertinya pernah

      6. Kamu tau ga siapa kamu?
      kadang…

      7. Pernah ga kamu mikir kalo kamu itu brengsek?
      sering banget

      8. Pernah ga kamu berpikiran klo smua temen2 kamu benci sama kamu?
      pernah, tapi cuek aja ;)

      9. Kamu termasuk orang yang mudah memaafkan diri sendiri atau tidak?
      sangat mudah, makanya sering mengulang kesalahan yg sama

      10. Pernah ga kamu berpikir kenapa sih kamu hidup di dunia?
      pernah dong… sekarang aja lagi mikirin itu

      maaf ya kalau jawabannya bikin kurang berkenan 8-)

    • almahira 8:52 am on July 8, 2008 Permalink

      hahaha, khas prita banget!

    • Prita 12:19 pm on July 8, 2008 Permalink

      terus, kamu ndiri nggak jawab gitu? gak fair ah… ayo jawaban kamu apa…? :D

  • Pelajaran dari Kekesalan 

    almahira 10:21 am on July 7, 2008 Permalink | Reply

    7 Juli 2008

    Entah kenapa hari ini aku sangat kesal. Aku menghidari telepon dan percakapan dengan beberapa orang (maafkan aku).

    Aku ga ngerti kenapa aku merasa dimanfaatkan oleh orang lain. Sepertinya orang itu menyuruhku seenak jidatnya, aku ga suka caranya, tapi aku ga bisa protes karena takut membuat keruh air yang masih jernih.

    Aku juga ga tau kenapa aku merasa orang lain meremehkanku (dari cara memandang dan berbicara), jadi kuputuskan untuk diam dan mengambil sikap tidak tertarik sama sekali pada urusannya. Apa aku menyesal? Tidak. Toh aku ga berbuat hal yang merugikan, malah bagus kan aku jadi ga ada karena aku rasa kehadiran aku memang tidak diharapkan dan hanya kebetulan belaka.

    Setidaknya dari kejadian aneh hari ini (kesel teu puguh) aku sedikit berpikir dan tahu apa yang harus kulakukan dalam kondisi tertentu:

    1. Kalau minta tolong sama orang lain (bahkan temen deket) bahasa harus sopan dan jangan seenaknya main perintah (bahkan lewat sms sekalipun)

    2. Jangan pernah cuekin orang, walaupun ketemunya ga sengaja dan ga diharapkan. Dicuekin itu ga enak banget, apalagi kalau lagi sensi, suka ada perasaan diremehkan atau bahkan ga dihargai sama sekali.

    3. Latih lagi buat senyum ga dipaksain. Biasanya aku mikir hal-hal yang baik sebelum senyum (kalau terpaksa), soalnya senyum palsu itu keliatan. Kalau bertemu dengan orang yang tidak diharapkan, berpikir saja tentang hal baik pada dirinya, pasti deh hati jadi lebih menghargai orang itu dan ikhlas buat senyum tulus.

    Huff,,, sialnya lagi aku ga pernah bisa kesel lama-lama sama orang lain (kesel lama tu hal yang biasa dilakukan orang dewasa loh..). Jadi aku harus berpikir dan menuliskan kekesalanku sebagai pelampiasan (biar ga usah cerita ke orang lain).

    Hmm,, kenapa aku ga berpikir aja dari sudut pandang mereka? Mungkin temanku itu merasa dekat dan ga sungkan lagi, aku harus memaklumi walaupun ibuku mangajari kalau orang lain baik aku jangan jadi seenaknya.

    Soal temanku yang satu lagi, mungkin mereka lelah setelah seharian jalan-jalan. Apalagi kedatanganku sangat tiba-tiba (dan mereka lagi ngobrol!), wajar senyumnya kurang lebar. Aku juga harus nyadar diri kenapa mereka ga antusias berbicara padaku. Selain kemungkinan aku membosankan bagi mereka, lawan bicara mereka itu cowok. Please deh, lawan jenis tuh pasti lebih diminati daripada sejenis. Haha,, kok aku merasa aku menyedihkan ya?

    Anyway, soal senyum, aku hanya bisa berusaha untuk tetap senyum ikhlas dengan siapapun. Kalau sedih juga kadang maksain. Aku cuma tahu kalau orang yang mukanya kusut itu ga enak dilihat. Orang lain juga ga akan bisa total bantu kalau aku lagi sedih atau punya masalah, jadi untuk apa aku perlihatkan ke orang lain. Iya kan?

    Sekarang, rasa kesal aku sudah hilang. Alhamdulillah…

     
  • Ramadhan (hampir) Terlupakan 

    almahira 10:19 am on July 7, 2008 Permalink | Reply

    6 Juli 2008

    Kalau hari ini alma ga ngobrol sama Iche, alma ga akan tahu kalau ramadhan itu jatuh di awal september,, hiks..

    Ada banyak hal yang harus dipersiapkan nih buat nyambut ramadhan. Ayo Alma, semangat!

     
    • Prita 5:36 am on July 8, 2008 Permalink

      kalau nggak baca blog Alma saya juga (hampir) lupa… :D

    • xandar62 7:09 pm on July 20, 2008 Permalink

      yah,baru sekarang bisa komentar alma salut deh dengan kamu kembangkan trus bakatmu untuk trus menulis, ok salut

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel