Updates from July, 2008 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • 201 

    almahira 10:22 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

    Ibuku berkata bahwa nanti aku harus bekerja. Bekerja bukan berarti diniatkan sepenuhnya untuk mencari uang (itu bukan tugas perempuan), tetapi lebih kepada manfaat kita sebagai manusia terhadap sesama. Mengapa ibuku aktif membangun masyarakat? Menurut beliau, kita bisa membangun masyarakat tidak hanya melalui uang, tapi bisa juga melalui pemikiran.

    Ayah mengajariku untuk bermimpi dan bercita-cita tinggi, tapi tidak untuk berangan-angan. Begitu pula dengan ibu dan guruku. Mereka selalu menasehatiku: Jangan pernah berhenti berjuang. Jangan pernah takut gagal atau mengalami kesulitan nantinya karena Allah swt. akan selalu ada bersamaku, karena segala sesuatu itu ada jalannya masing-masing dan tugasku hanyalah berusaha sebaik-baiknya semampuku.

    Ibu bilang kalau seorang perempuan terbiasa di rumah dan ketika ia menikah dan kegiatannya hanya di rumah, maka hal itu tidak akan pernah menjadi masalah baginya. Berbeda dengan perempuan yang terbiasa aktif dan memiliki banyak kegiatan. Dalam dirinya pasti ada panggilan untuk melakukan aktifitas-aktifitas lain diluar pekerjaan rumah tangga.

    Waktu SMA aku pernah menonton acara Oprah. Saat itu topik yang dibicarakan tentang wanita dan kesehariannya. Wanita-wanita yang terbiasa aktif dan ketika menikah terjebak dalam kegiatan rumah mengaku merasa kehilangan jati dirinya. Ada sesuatu yang hilang dari diri mereka, seolah ada yang tidak lengkap. Mereka boleh dikatakan bahagia karena memiliki anak dan suami yang baik, tapi jiwa mereka terkungkung karena tidak melakukan apa yang mereka inginkan. Alhasil mereka mengaku sebenarnya mereka tidak bahagia dan telah berubah menjadi orang lain. Acara itu menguatkan tekadku untuk terus berkarya dan aktif bila aku menikah kelak. Bukan karena kekuranan materi, tapi lebih pada panggilan hati nurani. Bukan pula untuk mengabaikan fitrah sebagai perempuan. Lagi pula, ada Siti Khadijah sukses dalam berumah tangga dan bisnisnya.

    Kira-kira, aku bakal jadi wanita seperti apa ya kalau sudah besar? hahaha

     
    • Prita 7:04 am on July 3, 2008 Permalink

      Alma… tahukah kamu? kamu punya pikiran yang sangat jauh ke depan yang membuat saya cukup sedikit terpengaruh untuk berpikir juga apa yang kamu pikirkan… saat ini, jika nggak baca tulisan kamu… kayaknya saya akan tertinggal di belakang dengan kenggakkpekaan saya terhadap hal-hal seperti ini.

      hal kayak gitu sangat penting untuk dipikirkan meskipun saat ini saya masih nggak bisa berpikir sejauh itu.

      kadang baca tulisan kamu menakutkan, ma… sangat menakutkan membayangkan seorang anak perempuan seusia saya yang tinggal nun jauh di jatinangor sana punya pikiran sejauh ini… sementara saya hanya berpikir saja mengenai hal-hal konyol setiap saat…

      maaf ya jadi curhat di sini, tapi pasti kamu bilang teu kunanaon… hehehe…

      Kira-kira, aku bakal jadi wanita seperti apa ya kalau sudah besar?

      yg pasti seorang wanita yang hebat… hohohoho… (tong ngapung, Ma…)

    • almahira 2:30 am on July 6, 2008 Permalink

      subhanallah,,, kayaknya kamu mikir terlalu berlebihan deh…

      makasih ya,,, alma terharu…

    • Prita 5:33 am on July 6, 2008 Permalink

      nggak belebihan kali… seada-adanya kok… hehe…

  • Infusan Macet 

    almahira 10:20 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

    Aku mau buat pengakuan dosa…..

    Aku ga ngerti kenapa infusan adik aku bisa macet setelah botol infusnya aku pencet., tapi aku ga ngaku sama perawat. Akibatnya, si infusan cuma mau netes pada posisi tangan tertentu. Adikku yang malang, dia jadi ga boleh terlalu banyak gerak.

     
    • Prita 6:47 am on July 3, 2008 Permalink

      Alma… iseng banget sih? hehe… nggak ngerti juga kenapa, mungkin bisa dijelaskan pake hukum fisika entah yang mana… *sotoy*

      ntar pikir2 dulu sebelum bertindak ya… kelihatan banget deh kamu penasaran sama botol infus… :D

    • almahira 2:34 am on July 6, 2008 Permalink

      kamu cari ya, ntar alma tinggal dengerin penjelasannya. :)

    • Prita 5:34 am on July 6, 2008 Permalink

      eh, dibilangin ntah yang mana… hahaha… entah yang mana maksudnya aku juga nggak tahu, sist!

  • Jadi Perawat Ga Jelas .. 

    almahira 10:19 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

    28 Juni 2008

    Ini hari keduaku di rumah sakit tuk menjaga adik. Dalam merawat pasien yang terpenting adalah ketelatenan. Kalau pasien harus banyak makan dan minum, kita tidak perlu memberikannya sekaligus, tapi bertahap karena biasanya orang sakit kehilangan nafsu makannya.

    Ibuku bilang, adikku harus banyak minum. Karena adikku ini masih kecil, agak susah untuk menyuruhnya minum karena dia kesal harus bolak-balik ke toilet (dia ga suka pispot). Alhasil, aku harus menyodorkan gelas berisi air setidaknya setiap setengah jam sekali.

    Di rawat di rumah sakit itu sangat-sangat membosankan bagiku. Aku yang menjaga saja bosan banget, apalagi yang dirawat. Tapi justru disitulah nilai kesabaran kita sebagai manusia diuji.

    Kegiatan selama di rumah sakit: nyuapin makanan, ngasih minum, ngasih madu, nganter pipis, mondar-mandir ke ruang perawat, motongin apel, bikinin susu,, ngobrol, main komputer, liat-liat ade bayi di inkubator (bayi orang), jalan-jalan, makan-makan-makan…

    Ngantuk, tapi ga mau tidur..

    Pengen main, tapi nantinya malah ga tenang..

    Yang dirawat lagi tidur, nganggur deh..

    Nonton TV, ga seru..

    Nulis deh,, huaaaahhh..

     
  • Khayalan 

    almahira 10:18 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

    Jangan ketawa yah, kalau aku udah jadi dokter…. aku pengen kerja di rumah sakit karena di rumah sakit aku bisa ketemu dengan banyak orang..

    Di rumah sakit, aku bisa lihat banyak anak kecil (walaupun mungkin mereka cuma mondar-mandir aja). Anak kecil selalu membuatku bersemangat.

    Kalau harus memilih ingin merawat orang dewasa atau anak kecil, aku lebih memilih anak kecil. Mungkin kedengarannya cukup aneh, tapi aku masih bisa mentolerir semua tangisan dan kemanjaan mereka. Bagiku, anak kecil itu sangat unik karena mereka akan menjadi berbagai macam manusia tergantung bagaimana cara mereka dididik oleh orangtuanya masing-masing. Telingaku lebih menyukai suara tangis anak kecil daripada teriakan orang dewasa, senyuman mereka tak pernah palsu, bagiku semua hal yang mereka lakukan adalah pembelajaran dan yang paling penting aku tak perlu ambil pusing apakah mereka laki-laki atau perempuan.

    Ada satu jenis anak kecil yang tidak aku sukai, yaitu anak kecil yang suka berkata cabul. Namun pada akhirnya aku harus memaklumi itu semua karena itu bukan kesalahan mereka. hiks…

    Sepertinya hal yang tidak akan membosankan adalah melihat ade bayi. Ade bayi itu senyumnya tulus dan rona wajahnya polos. Duh, jadi pengen gendong ade bayi nih.

     
  • Tanpa Judul 

    almahira 10:17 am on July 2, 2008 Permalink | Reply

    Ya Allah, alma kecewa sekali hari ini pada salah seorang adik alma.

    Alma mungkin salah nulis ini di blog, tapi alma ga mungkin cerita langsung sama orang lain. Alma juga berharap tulisan ini ga akan ada yang baca, tapi alma harus nulis ini supaya alma ga cerita-cerita ke temen-temen yang lain bahkan orangtua.

    Adik alma bilang alma monyet lewat sms. Alma ngerti dia cape banget, tapi kan alma cuma ngingetin dia aja dan alma juga ga pakai bahasa yang kasar kok. Alma ngrim pesan yang bunyinya:

    Rief, kapan ke rumah sakit? Loketnya kan tutup jam 11. Jangan lama2 di sekolah, beres2 apa yang diperluin. Alma geregetan liat kamu main dan nyantai2 mulu. Alma mah wajar lagi libur.

    Eh, dia malah balas: Monyet aing ge keur ngurus.

    Kenapa sih adik alma tuh lebih care sama perasaan temen-temennya daripada perasaan alma, kakaknya sendiri. Bahkan dia ga pernah bilang kayak gitu ke orang lain walaupun dia kesel dan cape banget. Alma kecewa banget. Alma juga bodoh banget karena alma nangis cuma gara-gara kejadian ini.

    Mungkin hari ini adik alma lagi mumet pikirannya.

    Mungkin hari ini dia masih cape karena baru keluar dari rumah sakit.

    Mungkin cara alma ngasih tahu salah.

    Atau mungkin alma ga berharga sama sekali di mata dia?

    Yang alma tahu alma harus cari berbagai alasan buat memaklumi kejadian ini.

    Alma sedih banget waktu adik kelas alma telepon. Dia ngabarin ke alma tentang snmptn. Dari suaranya kedengaran kalau dia sangat antusias, sayang dia bukan adik kandung alma.

    Alma tahu, mudah bagi alma buat melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain (apalagi keluarga sendiri). Tapi melalui tulisan ini alma pengen kejadian ini tersimpan dengan baik, supaya alma tahu bagaimana perasaan di maki oleh anggota keluarga sendiri. Supaya alma bisa lebih berhati-hati dalam bertutur kata.

    Alma ga tahu apakah selama ini alma udah jadi kakak yang baik atau engga, alma cuma bisa berusaha aja sebaik mungkin. Ga lebih..

    Ya Allah,, tolong bantu alma tuk kembalikan diri alma seperti semula. amiinn…

     
    • Prita 7:17 am on July 3, 2008 Permalink

      hubungan kakak-adik kamu belum separah hubungan saya, Ma! mungkin di luar sono ada juga yang lebih parah dari saya…

      saya baca dari sebuah komik yang nggak usah disebut judulnya (ntar kamu pengen baca lagi)… kira-kira begini katanya

      adik-kakak itu dekat tapi jauh, mudah banget saling menyakiti meskipun sebenarnya nggak mau begitu, tapi kalau dekat pun nggak bisa saling mengungkapkan perhatian dengan mudah…

      saya sih setuju pisan dg ungkapan eta… kadang2 saya suka jahat ke adik saya, saya menyesalinya. mungkin adik saya merasakan hal yang sama juga kalau dia jahat ke saya. mungkin adik kamu juga begitu ke kamu…

      senasib juga sama kamu soal adik orang nanya2 ttg ptn ke kita sementara adik sendiri nggak minat… rasanya sedih pisan… kalau dia yang nggak mendekati kita, kita aja yang mendekati dia… nggak usah peduli kalau dia nyebut kita nenek sihir, hohohoho…

    • almahira 2:25 am on July 6, 2008 Permalink

      iya bener prita. tau ga? alma kan kirim sms kalau alma kecewa banget sama dia. reaksinya sama: marah. tapi lucunya, pas sore pulang ke rumah, dia ga ngomong apa-apa dan terkesan lebih berhati-hati dalam bertutur kata.

      alma sih seneng-seneng aja, mudah-mudahan dengan kejadian ini dia sedikit lebih mikir. hahaha,,, kayaknya sarkasme banget yah…

      alma sayang sama adik-adik alma. dulu waktu SMP-SMA, alma sering baca buku psikologi tentang anak, tapi tetep aja ku alma ga dipraktekin. alma nyesel banget, alma selalu minta sama Allah swt buat ngasih alma lebih banyak kesempatan buat jadi seorang kakak buat ade-ade alma. alma pengen ngebayar waktu-waktu yang dulu udah hilang karena keegoisan. (pikirannya mulai ngaco yah? hahaha)

    • nanaw 5:06 am on July 6, 2008 Permalink

      maw. kamu tau kan monsuta kayak ap? hehe… ek mencerna itu sebagei ke-gagap-annya bicara sama ek. dia autis. autis sama kwluarganya sendiri. ya sud. itu cara dia. aku ga mau pake cara itu sama adi. mudah-mudahan ya.
      amin.
      hehe…
      lov ya.
      aku lg di jogja. hpku mati gara2 go2nya gagal. bego ya.
      kalo mo ngobrol ato apa, lewat roni aja. tp sms dulu.

      because life is beatiful.
      because i luv my brain.
      haha… narsis
      .nanaw.

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel