Ibuku berkata bahwa nanti aku harus bekerja. Bekerja bukan berarti diniatkan sepenuhnya untuk mencari uang (itu bukan tugas perempuan), tetapi lebih kepada manfaat kita sebagai manusia terhadap sesama. Mengapa ibuku aktif membangun masyarakat? Menurut beliau, kita bisa membangun masyarakat tidak hanya melalui uang, tapi bisa juga melalui pemikiran.
Ayah mengajariku untuk bermimpi dan bercita-cita tinggi, tapi tidak untuk berangan-angan. Begitu pula dengan ibu dan guruku. Mereka selalu menasehatiku: Jangan pernah berhenti berjuang. Jangan pernah takut gagal atau mengalami kesulitan nantinya karena Allah swt. akan selalu ada bersamaku, karena segala sesuatu itu ada jalannya masing-masing dan tugasku hanyalah berusaha sebaik-baiknya semampuku.
Ibu bilang kalau seorang perempuan terbiasa di rumah dan ketika ia menikah dan kegiatannya hanya di rumah, maka hal itu tidak akan pernah menjadi masalah baginya. Berbeda dengan perempuan yang terbiasa aktif dan memiliki banyak kegiatan. Dalam dirinya pasti ada panggilan untuk melakukan aktifitas-aktifitas lain diluar pekerjaan rumah tangga.
Waktu SMA aku pernah menonton acara Oprah. Saat itu topik yang dibicarakan tentang wanita dan kesehariannya. Wanita-wanita yang terbiasa aktif dan ketika menikah terjebak dalam kegiatan rumah mengaku merasa kehilangan jati dirinya. Ada sesuatu yang hilang dari diri mereka, seolah ada yang tidak lengkap. Mereka boleh dikatakan bahagia karena memiliki anak dan suami yang baik, tapi jiwa mereka terkungkung karena tidak melakukan apa yang mereka inginkan. Alhasil mereka mengaku sebenarnya mereka tidak bahagia dan telah berubah menjadi orang lain. Acara itu menguatkan tekadku untuk terus berkarya dan aktif bila aku menikah kelak. Bukan karena kekuranan materi, tapi lebih pada panggilan hati nurani. Bukan pula untuk mengabaikan fitrah sebagai perempuan. Lagi pula, ada Siti Khadijah sukses dalam berumah tangga dan bisnisnya.
Kira-kira, aku bakal jadi wanita seperti apa ya kalau sudah besar? hahaha
Prita 7:04 am on July 3, 2008 Permalink
Alma… tahukah kamu? kamu punya pikiran yang sangat jauh ke depan yang membuat saya cukup sedikit terpengaruh untuk berpikir juga apa yang kamu pikirkan… saat ini, jika nggak baca tulisan kamu… kayaknya saya akan tertinggal di belakang dengan kenggakkpekaan saya terhadap hal-hal seperti ini.
hal kayak gitu sangat penting untuk dipikirkan meskipun saat ini saya masih nggak bisa berpikir sejauh itu.
kadang baca tulisan kamu menakutkan, ma… sangat menakutkan membayangkan seorang anak perempuan seusia saya yang tinggal nun jauh di jatinangor sana punya pikiran sejauh ini… sementara saya hanya berpikir saja mengenai hal-hal konyol setiap saat…
maaf ya jadi curhat di sini, tapi pasti kamu bilang teu kunanaon… hehehe…
yg pasti seorang wanita yang hebat… hohohoho… (tong ngapung, Ma…)
almahira 2:30 am on July 6, 2008 Permalink
subhanallah,,, kayaknya kamu mikir terlalu berlebihan deh…
makasih ya,,, alma terharu…
Prita 5:33 am on July 6, 2008 Permalink
nggak belebihan kali… seada-adanya kok… hehe…