Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • almahira 6:35 am on July 28, 2008 Permalink | Reply  

    Filosofi Nanaw 

    Ketika itu, perjalanan dari kota Bandung menuju kota Tasikmalaya. Bersama seorang sahabat yang cukup sulit untuk ditemui karena kami terpisahkan oleh sang ruang. Ada begitu banyak hal yang kami perbincangkan. Mulai dari kegiatan sehari-hari kami, keadaan orangtua, hingga komentar-komentar kecil tentang dunia perkuliahan.

    Nanaw suka menulis, dan salah satu motivasiku untuk menulis adalah nanaw. Sebelum nanaw menjadi seperti sekarang, pribadinya lebih hidup melalui tulisan (saya bermaksud untuk memuji). Malam itu kami berkomentar tentang keadaan kampus.

    “Maw, di kampus itu terlalu banyak orang yang bicara, dan aku akan masuk ke bagian yang aktif dalam menulis. Mereka terlalu mementingkan bentuk, tapi tidak dengan isinya. Program kerja dengan ekpektasi tinggi namun penatalaksanaan tidak relistis”

    Jujur, sebenarnya nanaw tidak berkata sedetail itu. Saya tambahkan beberapa kata tentang apa yang saya tangkap dan makna yang ingin nanaw sampaikan.

     

    #mamaw kesel, tulisan sebelumnya ga ke posting dan ga ada arsipnya :( #

     
    • alfie 5:50 am on August 1, 2008 Permalink

      nanaw ntu sapa yah..????

      anyway..

      visit

      http://fiannation.wordpress.com

      kalo bisa tukeran link yah….

      ^^

    • animeindo 7:02 am on August 1, 2008 Permalink

      nanaw tu apaan sich ???

      trus yg dibawah ko mamaw, jd makin bingung

      http://animeindo.wordpress.com

    • sidikprasojo 11:44 pm on August 1, 2008 Permalink

      Ass…

      Teruskan keguatan Nulisnya..SUka Nulis Siap Jadi Orang Suksess…

      Link Silaturahmi:::

      http://sidikprasojo.wordpress.com

      Jazakumullaahu khairan katsiiraa

    • almahira 5:34 am on August 2, 2008 Permalink

      @alfie
      nanaw itu sahabatku. kita emang punya panggilan masing2..
      makasih udah berkunjung

      @animeindo
      mamaw tu panggilan buat aku, hehehe
      makasih ya udah mau mampir

      @sidikprasojo
      tetep semangat!!

  • almahira 1:33 pm on July 19, 2008 Permalink | Reply  

    Diam 

    Rahangku kaku, tak bisa tersenyum seperti biasanya. Aku lelah, tanpa alasan yang jelas..

     
    • Prita 10:31 pm on July 20, 2008 Permalink

      beneran atau cuma kiasan doang, Ma…? Cpt sembuh ya…

    • almahira 3:49 am on July 22, 2008 Permalink

      kiasan dong…
      artinya alma lagi bete banget.
      alma kan orang yang ga bisa senyum kalo ga mau, mau dipaksain kayak gimana juga.

  • almahira 2:27 pm on July 13, 2008 Permalink | Reply  

    Sebuah Pesan 

    Jangan terlalu berlebihan dalam menilaiku baik, bisa jadi aku memiliki niat jahat dibalik itu semua. Aku ga suka karena seolah kamu berpikiran terlalu positif tentang aku. Aku cuma ga mau kamu kecewa bila kenyataan tak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan.

     
  • almahira 2:25 pm on July 13, 2008 Permalink | Reply  

    Memaklumi 

    Temanku bilang, di kota yang lebih besar, terdapat perbedaan nilai sosial yang dianut dan mungkin isinya lebih warna-warni.. Apa karena itu semua kita sebagai manusia harus takut? Apa karena itu semua kadang kita ga bisa mempertahankan apa yang kita angggap baik? toh, orangtuaku bisa mengatasi itu. Atau mungkin itu tidak berlaku untuk semua orang?

    Aku berusaha memaklumi itu semua. Mencari pembenaran dari perbedaan keyakinan. Sulit, karena semuanya terlalu berbeda. Aku tak boleh berpandangan terlalu sempit, tapi ada beberapa hal yang masih sulit kucerna. Ku coba tuk merasakan apa yang ia rasakan, mencoba tuk memahami apa yang ia pahami, dan berusaha untuk menerimanya dengan pikiran jernih. Ku harap semuanya akan baik-baik saja. .

     
    • ardi HI Unpad 10:50 pm on July 18, 2008 Permalink

      assalamualaikum..

      salam kenal..
      amteur blog walker nih…
      semoga bisa membangun silaturahmi dalam tulisan…
      keep writing…

  • almahira 2:23 pm on July 13, 2008 Permalink | Reply  

    Memori Usang 

    Aku mulai berpikir seperti dulu, tak ada seorang teman pun yang memahami diriku. Apa ini karena aku sering sendiri? Apa aku aneh?

    Dahulu sekali, aku berharap aku tidak terlalu cerewet mengenai hal-hal kecil. Aku ingin seperti ayahku, yang kata mama ketika mudanya berpikir dahulu sebelum bertindak. Kadang aku ngomongin orang, menceritakan tentang diri sendiri, dan mengomentari sesuatu. Waktu berjalan seiring dengan bertambahnya usia, kurasa apa yang kulakukan dulu hanya sekedar tuk mencari perhatian dan pengakuan dari orang lain. Menyedihkan.

    Ketika SD aku tinggal dipesantren. Ada hal yang cukup aneh yang kupelajari tentang teman-temanku. Orang cantik itu akan selalu mendapat perhatian dari sekelilingnya. Orang-orang mengerumuni mereka, mereka punya banyak teman, dan pada akhirnya memiliki kekuasaan dalam suatu wilayah kecil. Ini hanya pendapatku lho.. Saat itu yang bisa kuandalkan hanya satu: kepandaian. Aku mendapatkan perhatian dari teman sebayaku karena aku mudah memahami pelajaran. Saat itu aku rasa keadaanku sangat menyedihkan, tapi aku merasa keberadaanku diakui. Itu sudah lebih cukup bagiku. (aku heran kenapa kenangan tentang orang cantik ini yang paling melekat dalam memori)

    Mungkin hingga saat ini, aku masih suka mencari perhatian orang lain dengan cara yang berbeda. Aku ga mau seperti ini terus, seperti tidak menghargai diri sendiri.

    doaku: ”semoga aku bisa menjadi orang yang sedikit lebih pendiam dan lebih tertutup”. amiinn

    Pendiam dan tertutup dalam artian kata aku lebih berhati-hati dalam berucap, apalagi mengenai diriku sendiri. Aku harus terus berusaha agar tidak menceritakan diriku sendiri pada orang lain. Cukup hanya melalui tulisan aku bisa lebih jujur dan terbuka mengenai diriku sendiri dan apa yang kupikirkan. Teman yang lain tak perlu tahu karena mereka juga tak mungkin ingin tahu.

    Aku senang kalau melihat temanku bahagia. Saking senangnya aku ga tega untuk cerita tentang masalahku. Aku ga bisa dan ga tega.

    Aku senang mendengar cerita orang lain, setidaknya itu bisa membantu meringankan beban.

    Setidaknya, aku lebih beruntung dari orang lain. Aku punya sahabat yang sangat kupercayai, walaupun kami terpisahkan oleh ruang. Entah sejak kelas X atau XI, kami saling bertukar pikiran dan bercerita bahkan hingga masalah yang tak bisa kuceritakan pada orang lain. Kadang aku berpikir, betapa aku tidak bersyukur dan terlalu rakus terhadap segala hal yang kumiliki.

    Pada dasarnya semua orang itu baik, termasuk aku.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel