Aku mulai berpikir seperti dulu, tak ada seorang teman pun yang memahami diriku. Apa ini karena aku sering sendiri? Apa aku aneh?
Dahulu sekali, aku berharap aku tidak terlalu cerewet mengenai hal-hal kecil. Aku ingin seperti ayahku, yang kata mama ketika mudanya berpikir dahulu sebelum bertindak. Kadang aku ngomongin orang, menceritakan tentang diri sendiri, dan mengomentari sesuatu. Waktu berjalan seiring dengan bertambahnya usia, kurasa apa yang kulakukan dulu hanya sekedar tuk mencari perhatian dan pengakuan dari orang lain. Menyedihkan.
Ketika SD aku tinggal dipesantren. Ada hal yang cukup aneh yang kupelajari tentang teman-temanku. Orang cantik itu akan selalu mendapat perhatian dari sekelilingnya. Orang-orang mengerumuni mereka, mereka punya banyak teman, dan pada akhirnya memiliki kekuasaan dalam suatu wilayah kecil. Ini hanya pendapatku lho.. Saat itu yang bisa kuandalkan hanya satu: kepandaian. Aku mendapatkan perhatian dari teman sebayaku karena aku mudah memahami pelajaran. Saat itu aku rasa keadaanku sangat menyedihkan, tapi aku merasa keberadaanku diakui. Itu sudah lebih cukup bagiku. (aku heran kenapa kenangan tentang orang cantik ini yang paling melekat dalam memori)
Mungkin hingga saat ini, aku masih suka mencari perhatian orang lain dengan cara yang berbeda. Aku ga mau seperti ini terus, seperti tidak menghargai diri sendiri.
doaku: ”semoga aku bisa menjadi orang yang sedikit lebih pendiam dan lebih tertutup”. amiinn
Pendiam dan tertutup dalam artian kata aku lebih berhati-hati dalam berucap, apalagi mengenai diriku sendiri. Aku harus terus berusaha agar tidak menceritakan diriku sendiri pada orang lain. Cukup hanya melalui tulisan aku bisa lebih jujur dan terbuka mengenai diriku sendiri dan apa yang kupikirkan. Teman yang lain tak perlu tahu karena mereka juga tak mungkin ingin tahu.
Aku senang kalau melihat temanku bahagia. Saking senangnya aku ga tega untuk cerita tentang masalahku. Aku ga bisa dan ga tega.
Aku senang mendengar cerita orang lain, setidaknya itu bisa membantu meringankan beban.
Setidaknya, aku lebih beruntung dari orang lain. Aku punya sahabat yang sangat kupercayai, walaupun kami terpisahkan oleh ruang. Entah sejak kelas X atau XI, kami saling bertukar pikiran dan bercerita bahkan hingga masalah yang tak bisa kuceritakan pada orang lain. Kadang aku berpikir, betapa aku tidak bersyukur dan terlalu rakus terhadap segala hal yang kumiliki.
Pada dasarnya semua orang itu baik, termasuk aku.
alfie 5:50 am on August 1, 2008 Permalink
nanaw ntu sapa yah..????
anyway..
visit
http://fiannation.wordpress.com
kalo bisa tukeran link yah….
^^
animeindo 7:02 am on August 1, 2008 Permalink
nanaw tu apaan sich ???
trus yg dibawah ko mamaw, jd makin bingung
http://animeindo.wordpress.com
sidikprasojo 11:44 pm on August 1, 2008 Permalink
Ass…
Teruskan keguatan Nulisnya..SUka Nulis Siap Jadi Orang Suksess…
Link Silaturahmi:::
http://sidikprasojo.wordpress.com
Jazakumullaahu khairan katsiiraa
almahira 5:34 am on August 2, 2008 Permalink
@alfie
nanaw itu sahabatku. kita emang punya panggilan masing2..
makasih udah berkunjung
@animeindo
mamaw tu panggilan buat aku, hehehe
makasih ya udah mau mampir
@sidikprasojo
tetep semangat!!