Updates from April, 2008 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • Around Me 

    almahira 3:46 am on April 30, 2008 Permalink | Reply

    25 April 2008

     

    Aku melintasi sekolompok mahasiswa yang sedang bermain alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Saat itu aku dalam perjalanan menujuku kampus, berjalan kaki melewati tanah merah dan lapang parkir di depan GOR Pakuan, untuk menonton lomba vocal group. Mereka seperti asyik dalam dunianya sendiri dan membuat orang awam sepertiku terpesona.

     

    Tak jauh dari mereka, kulihat sekelompok lain yang bermain alat musik modern. Namun yang paling membuatku tertarik adalah latihan menari beberapa orang menggunakan piring. Hmm, biar ku tebak. Mereka pasti anak-anak minang yang sedang belajar tari piring.

     

    Tapi aku lebih suka di fk. Setidaknya untuk saat ini.

     
  • Tentang Sedikit Hati 

    almahira 2:52 am on April 28, 2008 Permalink | Reply

    23 April 2008

    Malam yang hening…

    Hanya terdengar suara jangkrik yang menggesekkan sayapnya

    Seolah kehidupan manusia tak pernah ada

    Kecuali bisa kau dengar deru mesin kendaraan bermotor di seberang jalan

     

    Aku bertanya dalam hati? Adakah kebeningan dan kelapangan hati dapat ku raih?

    Jika seorang ibu saja mampu memaafkan kesalahan sang anak berulang kali, mengapa harus sulit bagiku tuk memaafkan seseorang? Bukankah dengan memaafkan akan ada satu kebahagiaan yang Allah swt. janjikan?

    Kelapangan hati amatlah jarang ditemukan di zaman industri ini. Adakah aku ingin seperti mereka? Hanya menjadi manusia biasa tanpa ada cita menjadi berbeda dan luar biasa…

     

    Masih banyak hal yang lebih penting di dunia ini. Bahkan terkadang, seorang teman baik pun dapat menjadi musuh tanpa alasan yang jelas. Sehingga kita harus siap bila ini terjadi.

     
  • Sebuah Tulisan 

    almahira 2:51 am on April 28, 2008 Permalink | Reply

    24 April 2008

     

    Ingin kulepas semua hal yang memberatkan pikiran di hati.

    Mengawali hidup yang telah lama terlupakan.

    Mengharapkan satu cerita indah dari kehidupan yang akan datang.

     

    Ingin aku berteriak, ”Inilah cita-citaku, Kawan!”

    Tapi untuk apa, karena itu tak berarti apa-apa.

     

    Ingin aku berbisik, ”Aku sayang padamu, Kawan!”

    Tapi untuk apa, jikalau pikiranmu terbang ke langit yang tinggi.

     

    Aku hanya melakukan peranku dengan baik semampu yang aku bisa. Peranku sebagai seorang anak, kakak, bibi, sahabat, dan teman.

     

    Kini, peranku sebagai seorang sahabat bagi seseorang mungkin telah berakhir dan berubah sebagai seorang teman. Semoga ia mendapat kesan yang baik tentangku.

     
  • Cerita Saat Mentoring 

    almahira 2:49 am on April 28, 2008 Permalink | Reply

    25 April 2008

     

    Aku menceritakan tentang satu kisah yang bagiku sangat [aku tak bisa melukiskannya dengan kata-kata]

     

    Kakak mentorku bercerita bahwa minggu depan adalah minggu terakhir mereka kuliah di fk. Setelah itu mereka akan berhadapan dengan banyak ujian dan sidang skripsi.

     

    Aku tahu, kami semua pasti akan mengalaminya. Hanya tinggal menunggu sang waktu berjalan. Tapi aku tidak bisa jika aku tidak menangis. Aku hanya membayangkan kebersamaan-kebersamaan kami nantinya dan apa yang akan kami dapatkan selama 4 tahun menjadi mahasiswa.

     

    Banyak nasehat yang kudapatkan. Mereka mengatakan bahwa menjadi mahasiswa FK tidaklah benar-benar sibuk. Mau bukti? Saat kami bangun tidur, ke toilet, bermain bersama teman-teman, kami tak pernah membawa buku yang harus kami baca. Itu artinya hidup kami tak sesibuk yang kami perkirakan. Ada banyak hal lain yang masih bisa kami lakukan sebagai mahasiswa kedokteran. Semuanya tergantung pilihan kami sendiri.

     

    Pengalaman yang di dapat, materi yang harus dikuasai, dan kisah bersama orang-orang sekitar kami mungkin akan menjadi saat yang dirindukan nantinya.

     

    Kalau ku buka kembali hari-hariku sebelumnya, ada banyak hal yang terbuang sia-sia, ada terlalu banyak cerita yang terlewatkan begitu saja yang mengalir tampak makna. Dus, aku merasa rugi besar.

     

    Ku coba tuk berpikir ulang. Begitu banyak waktu yang tak terpakai yang seharusnya bisa ku gunakan untuk memperbaiki diri dan memperdalam ilmu agamaku. Ibaratnya seperti air yang terhenti dari alirannya karena ada gundukan sampah yang menghambat. Sungguh satu hal yang dapat dihindari sebelumnya.

     

    Hari ini terlalu banyak kejadian yang membuatku ingat kembali pada tujuan awal masuk kedokteran, yaitu belajar dan mengabdi hanya untuk Allah swt.

     

    Ya Allaah, maafkan aku. . .

     
    • Prita 7:04 am on April 28, 2008 Permalink

      bener, ma! kadang-kadang kita lupa tujuan kita masuk ke kedokteran. itu jg yg saya rasakan…

      soal mitos ttg kedokteran itu sibuk,,, bisa dibilang itu salah… tp kalau mitos ttg kedokteran itu bikin stres… bener pisan kok! hehehe…

  • Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 

    almahira 2:48 am on April 28, 2008 Permalink | Reply

    25 April 2008

     

    Aku bangga menjadi salah satu mahasiswa di sana. Ada banyak hal yang bisa ku kenang. Tentang bangunannya yang menurut temanku seperti kantor KUA, plaza yang selalu sepi dan hanya ramai di waktu-waktu tertentu, 3 saung yang berjejer dan berada di bawah pohon yang besar di kampus kami, kakak tingkat yang baik, dan tentunya angkatanku yang paling hebat, si SUPERSTAR 2007!

     

    Lapangan parkir yang luas dan selalu penuh, fotokopi mulia abadi di dalam kampus, angin gelebug yang menghubungkan gedung A4 dan A2, papan komunikasi, gedung kuliah yang setiap hari kami kunjungi dengan penuh perjuangan karena berada di lantai 3.

     

    Dan itu semua hanya akan menjadi kenangan nantinya…

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel