25 April 2008
Aku menceritakan tentang satu kisah yang bagiku sangat [aku tak bisa melukiskannya dengan kata-kata]
Kakak mentorku bercerita bahwa minggu depan adalah minggu terakhir mereka kuliah di fk. Setelah itu mereka akan berhadapan dengan banyak ujian dan sidang skripsi.
Aku tahu, kami semua pasti akan mengalaminya. Hanya tinggal menunggu sang waktu berjalan. Tapi aku tidak bisa jika aku tidak menangis. Aku hanya membayangkan kebersamaan-kebersamaan kami nantinya dan apa yang akan kami dapatkan selama 4 tahun menjadi mahasiswa.
Banyak nasehat yang kudapatkan. Mereka mengatakan bahwa menjadi mahasiswa FK tidaklah benar-benar sibuk. Mau bukti? Saat kami bangun tidur, ke toilet, bermain bersama teman-teman, kami tak pernah membawa buku yang harus kami baca. Itu artinya hidup kami tak sesibuk yang kami perkirakan. Ada banyak hal lain yang masih bisa kami lakukan sebagai mahasiswa kedokteran. Semuanya tergantung pilihan kami sendiri.
Pengalaman yang di dapat, materi yang harus dikuasai, dan kisah bersama orang-orang sekitar kami mungkin akan menjadi saat yang dirindukan nantinya.
Kalau ku buka kembali hari-hariku sebelumnya, ada banyak hal yang terbuang sia-sia, ada terlalu banyak cerita yang terlewatkan begitu saja yang mengalir tampak makna. Dus, aku merasa rugi besar.
Ku coba tuk berpikir ulang. Begitu banyak waktu yang tak terpakai yang seharusnya bisa ku gunakan untuk memperbaiki diri dan memperdalam ilmu agamaku. Ibaratnya seperti air yang terhenti dari alirannya karena ada gundukan sampah yang menghambat. Sungguh satu hal yang dapat dihindari sebelumnya.
Hari ini terlalu banyak kejadian yang membuatku ingat kembali pada tujuan awal masuk kedokteran, yaitu belajar dan mengabdi hanya untuk Allah swt.
Ya Allaah, maafkan aku. . .
Prita 7:04 am on April 28, 2008 Permalink
bener, ma! kadang-kadang kita lupa tujuan kita masuk ke kedokteran. itu jg yg saya rasakan…
soal mitos ttg kedokteran itu sibuk,,, bisa dibilang itu salah… tp kalau mitos ttg kedokteran itu bikin stres… bener pisan kok! hehehe…