Updates from March, 2008 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • Melankolis??? 

    almahira 8:19 pm on March 31, 2008 Permalink | Reply

    31 Maret 2008

    Banyak hal yang aku lakukan hari ini. Yang paling menyenangkan adalah cerita dee-m tentang kondektur bis. Atau juga tentang pertemuannya dengan saudara jauhnya beserta kesan-kesan yang ia dapat. Tapi aku sedang malas menulisnya.

    Malam ini, aku menonton film korea yang berjudul “friends”. Ada banyak hal yang bisa ku pelajari dan juga hal-hal lama dan baru yang terpikirkan.

    Aku sayang Ibuku

    Aku sayang Ayahku

    Aku sayang Adik-Adikku

    Aku sayang diriku sendiri

    Aku sayang Dee-m

    Aku sayang Nanaw

    Malam ini aku jadi melankolis…

    Aku berpikir tentang apa yang selama ini aku jalani

    Dan bahwa hidup adalah sebuah pilihan

    Aku juga ingat di waktu yang lampau, aku mengharapkan sebuah persahabatan yang baik dan teman yang mau mengingatkanku bila salah serta saling melengkapi. Dan aku mendapatkannya.

    Aku ga bisa tidur…

    Akhir-akhir aku agak kurang sabar menghadapi beberapa orang. Bukan karena aku tak mau bersabar. Hanya saja aku sebagai manusia juga punya limit dalam hal tersebut. Maafkan aku…

    Aku harus belajar serius nanti siang…

    Sekarang jam 3.25 pagi…

     
  • Kakekku di Seberang Pulau 

    almahira 12:05 pm on March 29, 2008 Permalink | Reply

    29 Maret 2008

    Hari-hari sebelumnya, papa bilang kalau kakek sakit. Kebetulan papa juga lagi pulang ke rumahnya. Waktu papa nelpon, beliau nawarin alma untuk ngobrol sama kakek, tapi alma nolak karena malu. Tapi itu yang bikin alma agak nyesel hari ini. Kenapa sih alma waktu itu ga mau sedikit aja ngeluangin waktu untuk dengerin suara kakek alma yang udah lama banget ga alma temuin.

    Kakek emang udah tua banget, dan alma harusnya tahu kalau suatu hari nanti beliau akan pergi. Seharusnya aku bisa sedikit perhatian sama beliau. Maafin alma ya…

    Ya Allaah, alma ga tau sebatas mana alma udah ngehargai keluarga alma sendiri. Alma ga mau teman-teman alma jadi lebih berharga di mata alma di bandingin keluarga alma sendiri.

    Seandainya waktu bisa diputar…

    Tapi waktu yang lalu ga akan pernah kembali…

    Mungkin hari esok alma akan melupakan hari ini. Tapi setidaknya alma tahu, alma berusaha memaknai hari ini dengan baik.

    Amiiiinnn…

     
  • Usia yang Bertambah 

    almahira 4:51 pm on March 17, 2008 Permalink | Reply

    17 Maret 2008

    aku berusia 19 tahun hari ini.

    Selamat ulang tahun Alma…

    Semoga tahun ini target hidup tercapai

    Semoga aku selalu dekat dengan Allah setiap hari

    Permohonanku,,,

    agar adikku di terima di PTN dengan jurusan yang sesuai dengan kemampuannya tahun ini.

    ibuku di beri kemudahan dalam perjuangannya di bidang pendidikan dan kemasyarakatan

    ayahku dapat bekerja dengan baik, ikhlas, dan menikmatinya

    Aku juga memohon agar keluargaku sehat selalu dan menjadi muslim .yang taat. Amiiinnn…

    Semoga setiap hari selalu penuh keberkahan dan kebaikan.

    ***Hari ini ada 3 orang yang ulang tahun. Firda(17 th), elsy (19 th), dan alma (19 th)

    kami banyak menerima ucapan selamat. semoga itu menjadi sebuah doa yang baik. Amin

     
  • Kisah Slide di Ruang Lecture 

    almahira 1:09 pm on March 16, 2008 Permalink | Reply

    15 Maret 2008

    Hari ini di ruang lecture, diputar slide tentang ibu. Aku pernah melihat slide itu sebelumnya di ruang OSIS semasa SMA. Yang paling berkesan bagiku adalah kata-kata bahwa ibu selalu mendoakan kita, sang anak. Beliau bahkan rela mengorbankan nyawanya demi kita anak-anaknya.

    Membacanya membuatku malu, seolah pepatah ”kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang jalan” menjadi belati yang siap menancap di dadaku.

    Jujur, aku memang berdoa setiap hari untuk orangtuaku. Tapi terkadang itu tak keluar dari lubuk hati, itu hanyalah satu kebiasaan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak. Apakah itu termasuk durhaka?

    Aku juga hingga kini belum bisa mewujudkan impian orangtuaku: menjadi anak yang shaleh dan taat pada aturan agama. Sedikit saja aku berharap kesalehan Siti Khadijah melekat pada diriku.

    Aku ingin melihat ayah dan ibuku bisa melakukan hal yang mereka inginkan.

    Aku ingin melihat dan menemani adik-adikku saat mereka tumbuh dewasa.

    Aku ingin ada di rumah, melihat dan menghabiskan waktu bersama mereka semua setelah aku tersibukkan oleh kegiatan-kegiatanku. Apa aku egois?

    Ketika SMA, mungkin aku pura-pura tak mengerti arti sebuah keluarga. Tapi setelah kuliah, aku ingin ada di dekat mereka. Aku ingin menghabiskan waktu bersama adik-adikku sebelum mereka dewasa. Aku sering membuat hitungan sendiri. Saat menjadi dokter usiaku 24 tahun, aku ingin mencari pengalaman kerja yang jauh dari orangtua sampai usiaku 25 tahun. Kemudian aku menjadi dokter umum di kota kelahiranku. Membuka praktek di rumah, dan aku bisa melihat ibuku setiap hari. Kalau aku melalaikan shalatku, ibuku pasti memarahiku, tapi aku senang sekali. Aku bisa sering ngobrol dengan adik perempuanku. Adikku yang lain baru masuk kuliah, dan aku ingin mendukung dia sepenuhnya. Mungkin saat itu aku juga mulai membangun usaha dengan adikku yang paling tua. Setelah semua itu tercapai, barulah aku memikirkan sekolah S2, spesialisasi, dan pernikahan.

    Tapi sebelum itu, aku ingin melihat ayahku melakukan pekerjaan yang ia sukai. Mungkin membuka toko elektronik? Atau ibuku yang memiliki minat di bidang pendidikan.

    Aku tak mau pengorbanan orangtuaku padaku sia-sia. Memikirkan itu saja kadang membuatku takut. Tapi justru itulah yang mendorongku untuk bangkit dar kemalasan.

    Tapi jangan katakan bahwa aku terlalu banyak bermimpi. Kata ayahku, kita harus punya mimpi, tapi jangan panjang angan-angan. Aku tahu, jika aku punya keyakinan yang sangat kuat, pasti keinginanku tercapai. Insya Allah..

     
  • Belajar tuk Memahami 

    almahira 1:05 pm on March 16, 2008 Permalink | Reply

    14 Maret 2008

    Hari ini aku punya pengalaman baru, mengurus perizinan di lingkungan kampus. Walaupun hanya untuk izin penggunaan ruangan untuk latihan PSM, tapi aku senang karena aku belajar sesuatu.

    Latihan PSM sore ini pun terasa menyenangkan bagiku. Aku belajar teknik baru dalam latihan pernapasan. Seru banget! Seolah semua kekesalanku hilang. Aku tak mau berpikir tentang kejadian-kejadian tak menyenangkan akhir-akhir ini.

    Sebenarnya aku agak kesal mendengar pernyataan temanku yang berkomentar tentang hasil IP seseorang yang boleh di katakan cumlaude.

    Dia bilang (aku agak-agak lupa), ”Aku suka tuh sama orang kayak gitu. Diem-diem tapi ternyata nilainya bagus. Daripada orang yang banyak omong dan seolah tahu segalanya tapi nilainya biasa aja”. Tapi sungguh, kata-kata itu benar-benar membuatku kesal dan aku hanya tersenyum kecut. Aku ingat betul kalau dia pernah bilang aku ini seolah tahu segalanya (maksudnya dulu kalau dia tanya aku, selalu aku jawab kalau aku bisa).

    Seolah, dia menyindir aku dalam-dalam. Aku tahu maksudnya bukan aku, tapi ada sebagian dari hati ini yang belum bisa menerima kata-kata itu. Tapi aku tak puya kekuatan untuk mengatakan bahwa aku benci kalimat dia. Atau mungkin…. aku masih harus belajar untuk bisa menerima perbedaan sifat orang lain.

    Bukankah segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan?

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel